Agustus 2025

Dosen Pendidikan Matematika FKIP USK Berperan Aktif dalam Deklarasi Antihoaks oleh Komunitas Jurnalis Sekolah

Dalam rangka memperkuat literasi kritis dan menangkal penyebaran hoaks di kalangan pelajar, sebanyak 25 siswa dan 5 guru dari lima SMA di Banda Aceh mendeklarasikan Komunitas Jurnalis Sekolah Antihoaks pada 22 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari workshop empat hari bertema Sekolah Berbasis Jurnalisme sebagai Upaya Antisipasi Hoaks yang Berdampak pada Kesehatan Mental, yang diselenggarakan oleh tim pengabdi dari Universitas Syiah Kuala (USK).

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan ini adalah dosen dari Departemen Pendidikan Matematika FKIP USK, yang turut memberikan kontribusi dalam sesi pelatihan numerasi berbasis data dan analisis kritis. Kehadiran beliau memperkaya perspektif peserta dalam memahami dampak hoaks secara kuantitatif dan memperkuat pendekatan berbasis bukti dalam karya jurnalistik pelajar.

Deklarasi ini dibacakan di Aula Dinas Pendidikan Aceh, disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST DEA, serta para kepala SMA dan guru MGMP Bahasa Indonesia Kota Banda Aceh. Komitmen para siswa untuk menghasilkan karya jurnalistik yang faktual dan reflektif menjadi langkah strategis dalam membangun budaya literasi yang sehat di lingkungan sekolah.

Baca berita lengkapnya di sini.

Penguatan Kompetensi Guru Matematika SMA Banda Aceh Lewat Workshop Pembelajaran Mendalam

Sebanyak 67 guru matematika SMA dari Banda Aceh mengikuti workshop pembelajaran mendalam yang diselenggarakan oleh PRP-PMRI Universitas Syiah Kuala (USK) bekerja sama dengan MGMP Matematika Kota Banda Aceh. Kegiatan ini berlangsung di Aula SMAN 1 Banda Aceh pada 7 Agustus 2025 dan mengusung tema “Penerapan Pembelajaran Mendalam untuk Mata Pelajaran Matematika di SMA”. Workshop ini juga melibatkan dosen dan mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika USK serta didukung oleh Hibah Penelitian Fundamental Kemendiktisaintek dan Hibah Lektor Kepala USK. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, membuka acara dengan penekanan pada pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Dirancang dalam empat sesi—persiapan, penerapan, refleksi, dan tindak lanjut—workshop ini bertujuan memperkuat komunitas belajar guru melalui pendekatan aktif, kolaboratif, dan berbasis praktik nyata.

Berita selengkapnya dapat diakses di sini.